Dari Wall : Arul Khan Iskandar
Michael
Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New
York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Semenjak
kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi,
hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.
Ketika
ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas
kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” Jordan menjawab, “Mungkin 1
dollar.” Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau
berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.” Jordan menganggukkan
kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”

